ViralGen Referral Shopping

Suatu konsep bisnis online yang nyata dan efektif dalam menghasilkan uang di internet.Dengan Berinvestasi Rp 10.000,- http://www.sepuluhribu.com/?id=yadi72
mukjizatkartukredit.com
Tampilkan postingan dengan label cerita remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita remaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2013

Putri Ibu Kos Gadis Sunda yang Centil


Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-¬temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan sukahati menempel padaku.
Read more...

Senin, 12 Agustus 2013

Sahabatku Levana

Sahabatku Levana

Nama saya Kartika, usia 25 tahun dengan tinggi 168 cm, berat 53 kg, asli orang Bandung, kulit putih bersih. Ukuran payudara saya yang 34C termasuk lumayan besar untuk gadis seusia saya. Pekerjaan saya adalah sebagai manager operasional di sebuah perusahaan terkenal di daerah saya. Saya ingin mengeluarkan gelisah hati yang saya pendam selama ini, mudah-mudahan saya bisa berbagi dengan pembaca sekalian.
Read more...

Selasa, 15 Januari 2013

Gara-gara Majikanku

Aku masih ingat saat itu aku pulang dari jalan-jalan malam minggu sama temen-temenku kuliah, biasanya kalau malam minggu kami sering nongkrong di suatu tempat pavorit kami yang disitu kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk sekedar gerumpi yang nggak-nggak sambil ketawa ngakak sepuasnya. Dan waktu udah tengah malam saya pulang ke kost untuk tidur karena mulai udah kantuk dan aku tuntun kendaraanku untuk aku masukkan ke lorong kost biar aman dan aku kunci selanjutnya aku berjalan untuk menuju ke kamarku tetapi belum sampai ke kamarku ditengah jalan aku mendengar suara yang mengetarkan jatungku yaitu desahan dan ough……………Aku pelan-pelan menuju ke arah suara itu ternyata di kamar pembantu ibu kost. Cerita Dewasa | Aku jadi penasaran untuk mengintipnya ternyata aku beruntung karena ada sedikit celah yang cukup lebar untuk melihat ke dalam yaitu kaca yang ada di bagian atas yang digunakan untuk masuknya udara ke kamar. Akupun dengan mengendap-endap mengambil kursi untuk lebih enak melihat ke bawah kamar biar lebih jelas pemandangannya dengan agak kaki bergetar karena takut dan ingin melihat. Aku kaget sekali karena yang di dalam ternyata Bapak kost yang meniduri pembantunya, ternyata aku akan menonton film gratis yang cukup lama pikirku dalam hati karena ternyata Bapak kostku baru mengulum puting pembantunnya sambil meremas-remas memeknya dan aku lihat jelas pembantunya masih menggunakan celana dalam karena lampu dalam kamar yang merupakan bolam 15 watt tidak mereka matikan. Bapak kost mulai melepas celananya dan celanan pembantunya dan masih sambil mengulum puting susu pembantunya dia mulai memasukkan jemarinya ke dalam memek pembantunya. Si pembantunya mulai mengelinjang dan berdesis-desis menahan enaknya masuknya jemari ke dalam memeknya aku semakin menahan gemetaran karena birahiku memuncak juga dan sambil menahan takut kalau-kalau ketahuan Bapak kost. Bapak kost mulai memasukkan senjatanya ke dalam memek pembantunya dan pembantunya mengerang kesakitan dan mendorong Bapak kost sehingga Bapak kost sampai mau jatuh dari tempat tidur pembantunya dan pembantunya mulai mengambil semua pakaiannya untuk menutupi auratnya yang kelihatan dan Bapak kost merayunya tetapi pembantunya tidak mau dan mengancam akan berteriak kalau Bapak kost memaksanya. Bapak kost mulai mengambil pakaiannya dan memakainya, aku dengan cepat turun dari intipanku dan mengembalikan kursi ke tempatnya segera lari berjinjit-jinjit untuk menuju ke kamar mandi dan segera aku tutup, aku dengar langkah pelan-pelan menuju ke rumah utama dan segera terdengar suara pintu ditutup serta di kunci dan nggak lama aku keluar dari kamar mandi dan merokok di bagian halaman belakang dekat kamar mandi. Memang kalau aku perhatikan pembantunya Bapak kost itu nggak pantas kalau menjadi pembantu karena perawakan kulitnya bersih dan wajahnya agak cantik dan badannya kecil tinggi dengan dihiasi beberapa bagian yang menonjol dari bagian tubuhnya yang sensitif, akupun kadang-kadang kalau melihat juga kepingin seperti Bapak kost ku. Aku masih merokok sambil membayangkan pembantunya Bapak kost ternyata tubuhnya putih bersih tadi waktu aku intip dan kelakianku mulai mengoda otak warasku dan mulai mengelitik ke dalam sekujur tubuhku untuk mengerakkan kaki ini menuju depan pintu pembatunya Bapak kost dan mulai mengerakkan tanganku untuk mengetuk pintu kamar pembatu Bapak kost. Dari dalam terdengar suara kaki berjalan dan kamar terbuka "Ada mas…….tanya Pembantu Bapak kostku, "aku masuk angin dan agak pusing mau khan mengerokin aku soalnya aku udah tidak tahan mau pingsan………jawabku sekenanya. Mau aja…….silakan masuk dan iapun menutup pintu kamarnya.Kok pintunya ditutup…………tanya ku. Biar anginnya nggak masuk mas…..khan dingin jawabnya dengan santai aku mulai melepas bajuku dan dia mengambil handbody dan mulai melumurkan pada punggungku dan meratakannya dengan tangannya…………………… Sambil mengerokin aku………aku tanya dia……………..aku kalau manggil dik,……….dik tadi kok aku lihat ada bayangan dari sini waktu aku ke kamar mandi siapa ya………apa kamu……..Masak mas….nggak tahu aku jawabnya singkat. Nggak usah takut………sama aku ……..masak sama aku bohong…….jawabku. Aku rasakan tangannya dia mulai gemetar sambil masih mengerokin aku sehinga kerokannya agak nggak beraturan. Ya………mas, itu tadi Bapak kost mau minta pada aku dan melakukkannya tetapi setelah dia mau memasukkannya aku tolak dengan paksa…………. Tapi aku mengintip lho tadi….ceritaku padanya…….masak………jawab dia, ya kelihatannya kamu menikmati banget tetapi setelah mau melakukannya kamu tolak. Dia hanya diam tidak menjawab dan aku tidak bisa melihat reaksinya karena ada di belakangku……..Kalau aku kamu tolak nggak………tanyaku pada dia. Pembantunya Bapak Kost hanya memukul tubuhku dari belakang saja. Ternyata diam-diam pembantunya Bapak kostku suka aku juga pikirku dalam hati………dan lelakianku mulai menyeruak dan aku balik tubuhku untuk menghadap wajahnya dan aku lihat agak lama lalu wajahku mulai aku pepetkan dan aku mulai kulum bibirnya dengan lembut………….diapun membalasnya dan tangannya mulai di lingkarkan di badanku dan kamipun mulai menjatuhkan diri di tempat tidur dan berguling-guling tidak aturan. Aku mulai melepaskan bajunya dan mulai mengulum puting susunya yang masih ranum dan tidak ketinggalan kakiku memelorotkan celana dalamnya dengan masih mengulum bibirnya jadi dia nggak sempat menahannya. Aku semakin brutal mengulum puting susunya dan sekali-kali aku mainkan dengan ujung lidahku dia semakin nggak aturan dan rambutku sampai dipegang dengan eratnya dan agak di gerak-gerakkan untuk lebih cepat mengulum puting susunya dan dengna mata terpejam dia mendesis dan aah………………….aah…………………menikmati kulumanku dan mulai aku lepaskan celana dalamku dan aku arahkan jemari tangannya untuk memegang senjataku yang mulai keras itu. Tangannya memegang sangat keras senjataku ketika aku mulai memasukkan jemari tanganku kelubang memeknya dan dia mulai ough………….dan berdesis-desis mengeluarkan udara yang sangat panas dari dalam mulutnya ough…………….aah……………………..dan masih berdesis-desis sangat menikmatinya aku lihat dengan masih dengan mata tertutup dia mengigit sendiri bibirnya bertanda dia keenakan yang sangat…………….. Aku udah nggak tahan dan mulai memasukkan senjataku ke dalam memeknya karena aku lihat dia udah basah sekali………..baru agak masuk dia sudah mengerang………..aah……..jangan mas………aku berbisik sama dia nggak apa nanti kalau hamil aku tanggung jawab……………hiburku…merayu dia biar boleh………………dan dia masih pegang senjataku tapi tetep membiarkan masuk……..dan setiap aku tambah dia mengerang aah……………………aduh sakit mas……….ternyata pembantunya Bapak kostku masih bener-bener perawan sampai-sampai burungku sendiri kesakitan waktu aku paksakan masuk pertama kali………..dan aku mulai agak dalam bisa mencapainya tetapi masih dengan hanya……..memasukkan pelan-pelan dan mencabutnya pelan-pelan. Aku lihat pembantunya Bapak kost mulai nggak aturan dan kelihatannya mau klimaks karena dia meremas-remas sendiri putingnya dan kadang-kadang meremas-remas rambutnya……….sambil ough…………………………ough……………………….aah………………….aku agak cepetkan keluar masuk dan akhirnya tangannya menekan keceng sekali pada kedua tanganku sambil bergetar hebat dan agak menangis menahan enaknya orgasmenya yang begitu hebat…… Read more...

Selasa, 13 November 2012

Inilah Ciri-Ciri Pria yang Masih Perjaka

Apakah Cowok Anda Masih Perjaka? Inilah Ciri-Ciri Pria yang Masih Perjaka - Jika seorang pria menginginkan gadis yang masih perawan sebagai pendamping hidupnya, begitu pula seorang wanita pun juga akan menginginkan laki laki yang masih perjaka sebagai pendamping hidupnya.
 
 Berikut ini adalah ciri ciri laki laki yang masih perjaka:
ciri ciri laki laki yang masih perjaka
 
1. Seorang perjaka adalah seorang pria yang belum pernah melakukan hubungan badan dengan seorang wanita, untuk itu biasanya laki laki yang masih perjaka memiliki gairah yang terpendam yang mengakibatkan ketika bangun tidur di pagi hari alat vital mereka akan berdiri.
 
2. Kelopak mata bagian bawah seorang perjaka berwarna cerah, ini dikarenakan mereka tidak mengeluarkan energi besar untuk melakukan aktivitas ejakulasi, sebaliknya laki laki yang sudah tidak perjaka memiliki kelopak mata berbentuk cekung dan berwarna kehitaman akibat energi dalam tubuh keluar bersama ejakulasi yang terjadi.
 

3. Seseorang yang masih perjaka sering mimpi basah, dan laki laki yang sudah tidak perjaka tidak akan pernah mengalami mimpi seperti itu lagi.
 

4. Warna alat vital dan puting susu laki laki masih perjaka biasanya berwarna kemerahan, jika sudah tidak perjaka akan berwarna kecoklatan atau bahkan berwarna hitam.
 

5. Bentuk perut seorang perjaka datar, jika seseorang sering melakukan hubungan badan bentuk perut mereka akan berubah menjadi buncit (kecuali orang gendut).
 

6. Pantat seorang perjaka kelihatan berat dan berisi, mereka yang sudah pernah melakukan hubungan badan akan membuat pantat tepos atau setidaknya tidak berisi seperti saat masih perjaka.
 

Demikian uraian mengenai ciri ciri laki laki yang masih perjaka, meskipun tidak semuanya tepat tapi kami yakin 90% akurat Read more...

Jumat, 12 Oktober 2012

Cerita remaja : Harusnya Aku, Bukan Dia

Harusnya Aku, Bukan Dia kiriman dari Fidyah Desy Ardilah ini merupakan Sebuah Cerpen yang sangat mnarik tentang cinta yang sangat mengharukan juga sangat sedih di jamin teman teman yang baca bisa anda mewek nagis sampai tersedu sedu kalau gak percaya silakan baca aja dech aksi dari cerpen yang satu ini

Harusnya Aku, Bukan Dia

Teringat akan masalalu yang kita lewati
Terasa indah, sejuk meresap didalam sanubari
Walau duka sempat singgah, hadapi bersama
Bahagia slalu dihatiku
Kini hilanglah sudah kisah, tinggallah kenangan
Saat dia datang, menghampirimu dengan segala janji
Berikan sudah semua atas nama cinta
Hapuskan cerita kita

#Ingatkah kamu by asap band

Setiap kali aku mendengar lagu itu, entah kenapa aku selalu teringat Saka. Yach, cowok itu adalah sahabat terbaikku semenjak aku duduk di bangku SMA. Terkadang banyak sekali teman-teman yang salah mengartikan hubungan kita, karena dimata teman-temanku, Tiwi dan Saka adalah dua sejoli yang saling mencintai dan saling menyayangi. Bagaimana tidak, hubungan persahabatan kita sering diwarnai kisah-kisah romantis yang spontan dan tidak sengaja sering kita pertontonkan didepan teman-teman sekelas.

Saat itu Rizal temen sekalasku, menjahiliku dengan memasukkan kucing  di tas kesayanganku, aku nich benci banget sama kucing. Eh malah tuh anak masukin kucing di tas kesayanganku. Tanpa pikir panjang, aku langsung menjerit dan melempar tasku jauh-jauh dariku. “waaaa… siapa yang naruh tuh kucing di tasku..?” gayaku sambil bertolak pinggang didepan kelas. “hahaha… Tiwi Tiwi, sama kucing aja takut, malu-maluin banget sih..!” jawab Rizal dengan mata jailnya. “ouw, berarti kamu yang njailin aku Zal” akupun langsung mnghampiri bangkunya “keluarin tuh kucing atau aku bakal laporin kamu sama anggota pelindung kucing. Biar kamu ditangkep tyuz dipenjara bareng kucing-kucing ganas yang udah pernah makan manusia..!” “hahaha… mana ada tuh kucing pemakan manusia. kebanyakan nonton film kartun nech.” “Rizal, aku gag mau tau yah. Sekarang keluarin tuh kucing dari tas kesayanganku. Cepet..!” “males banget, kluarin aja sendiri.” Gayanya

 sok cuek. Tak lama, Saka masuk kelas. “ada apa sih Wi..? jeritan kamu kedenger sampek kantin tuh, keras baget sih” “agh lebay kamu Ka, kantin sama kelas kita nih kan jaraknya jauh banget.” Jawabku dengan ekspresi sama sekali gag mood buat diajak bercanda. “kamu kenapa sih..?” “neh si Rizal, dia masukin kucing di tasku. Aku kan geli banget sama tuh kucing. Disuruh buat ngluarin tuh kucing malah gag mau. Njengkelin banget kan..!” gerutuku. Rizal yang saat itu ada di depanku malah senyum-senyum kayak orang gag punya dosa. “Apa`an sih kamu Zal, udah tau Tiwi benci banget yang namanya kucing. Pake acara njahilin dia sama kucing segala. Sekarang kluarin tuh kucing, atau kamu yang bakal aku buat kluar dari sini..!” ancam Saka dengan sok jantannya. “ya`elah Ka Ka, biasa aja kale`. Toh aku Cuma becanda.” “iya tapi becandamu kelewatan tau`…! Cepet kluarin tuh kucing..!” “iya iya…” jawab Rizal yang pada akhirnya menyerah dengan

 keteguhannya, dan saat itu aku yang masih memasang ekspresi ngambek langsung ditarik keluar kelas oleh Saka dengan menggandeng tanganku. Setelah diluar kelas “udah gag usah ngambek lagi, tambah jelek tau` kalau kamu masang muka kayak gitu…!” “masih kesel tau` sama si Rizal” “yaudah, Rizal udah ngluarin tuh kucing dari tasmu kan.” “tapi masih kesel Saka..” “Tiwi, Rizal kan Cuma becanda. Maafin dia yach..!” rayunya dengan nada sok manis. “Tiwi, senyum dong..! hmz..gag ada kaca yah..? liat tuh mukamu kalo pas lagi nagmbek gini jadi keliatan tambah jelek. Ayow senyum..!” dan akupun mengembangkan senyumku dengan terpaksa. “ih, senyumnya maksa gitu. Jadi tambah kayak badut tuch” akupun akhirnya mulai sebel plus sedikit geli mendengar guyonannya “apa`an sich kamu…!” responku sambil memukul lengan Saka secara perlahan dengan senyumanku yang mulai mengembang pastinya. “nah, kalo` senyum gini kan jeleknya jadi gag keliatan

 banget” “maksudnya, aku masih tetep jelek kalo udah senyum kayak gini.” “ea, itu kan udah ciptaan dari Tuhan Wi, jadi aku gag mungkin bisa bo`onglah. Beda sama aku, Saka yang udah dari sananya ganteng, meski dibagaimana`in juga tetep ganteng. hehehe” godanya kali ini. “ich, narsis banget sih kamu” jawabku sok cuek “halah, tinggal ngaku iya ajah susah banget sih. Ayow jawab iya dong..!” “gag, Saka jelek Saka jelek.. wlek…!” sambil menjulurkan lidahku dan aku berlari memasuki kelas, Sakapun juga mengikutiku dari belakang. Sesampai dikelas “Wi, akui dong kalo aku ganteng…” “gag agh, Saka tuh sekali jelek tetep jelek. Udah jelek narsis lagi” “Wi, apa susahnya sih bilang kalo aku itu ganteng..?”sambil memasang wajah dan nada suara yang sok melas “ya susahlah, orang kamu jelek kog” “agh, Tiwi gag asik. Ngambek deh ngambek” sekarang dia memasang ekspresi yang sok ngambek dengan bibir manyunnya “terserah lo…!”

 responku yang sekali lagi dengan menjulurkan lidahku. Tak sadar, ternyata saat kita berdua melakukan guyonan itu semua mata teman-teman sekelas tertuju pada kita berdua. “prasaan baru lima menit yang lalu si Tiwi ngambek tingkat berat dech. Kog sekarang jadi aneh gini sih.” Cletuk Sinta, teman sekelasku “yaelah, kayak gag tau mereka aja sih kamu Sin. Mereka kan udah ada udang dibalik rempeyek tuh” cletuk Rizal mulai ngajak perang lagi “Eh, apa`an si kamu Zal, prasaan dari tadi kayaknya udah mau ngajak ribut” komentarku kini. “udahlah Tiwi sayang. Biarin aja, mereka tuh syirik sama kita.” Nada Saka dengan sok lembutnya yang seakan-akan saat itu aku memang  -sesuatu- untuknya. “norak agh” “jiaah, kampungan lo” “waduh waduh, pusing dah” kini satu per satu teman-teman sekelasku mulai merespon ucapan Saka. Hmz, memang kampungan sih. Tapi bisa dibilang –sesuatu dech- hehehe.

Saka memang orang yang paling bisa ngerti`in aku dibanding sama temen-temenku yang lain. Bahkan feelnya padaku selalu tepat sasaran. Suatu hari selepas pulang sekolah aku berjalan sendiri melewati kebun yang tak ter-urus keberadaannya, dipertengahan jalan ternyata aku dihadang oleh 2 preman yang tiba-tiba menodongku. “heh. Cepet kasih duit atau apapun barang berharga lo ke gue..!” bentak salah satu preman itu dengan menodongkan pisau siletnya ke arahku, sedang yang satunya memastikan kondisi disekitar kejadian. “e…e… bang…maaf, aku gag ada uang buat dikasih ke abang” jawabku dengan nada gugup karna ketakutan “lo kira gue gag tau kalo anak-anak yang sekolah di tempat lo itu anak-anak orang kaya. Ahg kelamaan lo” preman itupun langsung merebut tasku yang saat itu berusaha dengan sangat susah payah aku pegang sangat erat, dan langsung mengobrak-abrik isi tasku. Aku yang saat itu memang diposisi terjepit dan ketakutan, gag bisa melawan para

 preman itu, aku hanya bisa diam, takut, dan berdo`a berharap bala bantuan datang menghampiriku. Dan syukur ternyata Saka datang buat aku “woi, jangan beraninya sama cewek aja. Lagian percuma aja ngobrak-abrik tas itu sampek jelekpun kalian gag bakal nemuin barang berharga disana..!” teriaknya dengan lagak sok nantang para preman-preman itu. “siapa lo..? udah lo minggir sana, anak ingusan kayak lo sama sekali gag pantang buat nantang kita.” Bentak preman itu pada Saka “maaf ya bang, tolong balikin tas itu sama pemiliknya. Atau aku bakal ngambil tas itu secara paksa dari tangan abang..!” kini Saka terlihat begitu serius dengan ucapannya “lo kira gue takut apa sama lo..! sini maju lo…!” dan preman itupun menantang Saka untuk mengajaknya beradu kekuatan, hmz untung si Saka itu anggota ekskul bela diri, jadi dia dengan beraninya melawan dua preman tersebut dengan jurus-jurus bela dirinya, sedang aku yang melihat kejadian itu hanya bisa

 diam, syok, seakan aku merasa ini mimpi apa bukan sih…? Kog serem amat adegan berantemnya, jadi kayak sinetron-sinetron. Eh, lebih parah ding. Dan Saat itu aku benar-benar was was melihat Saka melawan dua preman tersebut, dan prasaan itu semakin bertambah parah karna salah satu dari preman tersebut membawa pisau silet yang tadi sempat digunakannya untuk menodongku. Beruntung tak lama sejak kejadian itu berlangsung, datang segerombolan teman-teman sekolahku dan sejumlah warga sekitar yang membantu Saka dan akhirnya bisa melumpuhkan para preman jalanan itu. “kamu gag papa Wi..?” Tanya Saka dengan penuh kecemasan, saat itu aku memang benar-benar merasa ketakutan hingga spontan aku langsung memeluk Saka dan menangis di dadanya “aku takut Ka” “udah-udah, premannya udah ketangkep kog. tuh preman bakal langsung dibawa ke kantor polisi kog. Jadi kamu tenang ya Wi.” Ucapnya sambil mengelus punggungku yang memang saat itu aku masih memeluk erat

 tubuh Saka. “udah ah, gag usah nangis gitu, jelek tau`..!” sambungnya sambil mengusap air mataku yang masih deras mengalir di pipiku “sekarang kita pulang, biar aku yang nganter kamu nyampek rumah” “hmz, makasih ea Ka” kini rasa takut itu berangsur mulai menghilang, dan akupun melepas pelukanku “iya, makanya lain kali kudu lebih hati-hati. Gag usah pake acara sok berani jalan sendiri ditempat sepi.” “iya deh iya, maaf. Janji deh gag bakal ngulangin lagi. Udah trauma ini” “ea jangan trauma juga Wi, ntar malah jadi aku yang repot kudu nganter kamu pulang pergi tiap hari gara-gara kamu trauma” gayanya mulai meledek “ya gag juga lah Ka, udah deh gag usah becanda, masih takut nih.” “iya iya, maaf. Yaudah yuk pulang..!” Sakapun menggandeng tanganku, sekali lagi adegan itu dilihat oleh beberapa teman-temanku yang berada ditempat kejadian perkara.

Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian improv romantis  lainnya yang meyakinkan teman-temanku untuk berdalil “Tiwi dan Saka itu dua sejoli gag sih..?.”  dan selalu kami dengarn serempak menjawab “menurut loe..?” dan membiarkan teman-teman sekelas berdecak heran melihat tingkah laku kita berdua.

Tapi itu hanya cerita lalu, saat Niken anak baru disekolah kita datang. Sebelum Niken menjadi satu kelas bersama aku dan Saka. Dan sebelum Niken perlahan merebut perhatianku terhadap Saka. Niken memang anak yang baik, pinter dan yang lebih mengagumkan lagi dia termasuk finalis gadis sampul dari salah satu majalah terkenal di Jakarta, jadi tak heran Niken selalu terlihat cantik dimanapun dan bagaimanapun kondisinya.

Hingga Saka perlahan meniggalkanku demi menemani hari-hari Niken yang lebih berwarna. Dan saat itu pula aku merasakan Saka tidak menjadi sahabatku lagi, untuk lebih tepatnya cintaku yang selama ini terpendam yang tak berani aku tuk mengutarakannya kini telah meninggalkanku. Harus ku akui, kini aku mencintai Saka. Namun apa yang tengah aku rasakan saat ini, yang terjadi adalah keberuntungan sedang tak berpihak kepadaku, saat ku tahu ternyata Saka menyimpan asa besar yang terpendam untuk bisa memiliki Niken sang gadis cantik itu. Hingga pada akhirnya, Saka bisa mewujudkan keinginannya itu untuk bisa memiliki Niken, yah. Mereka jadian.
Sedang aku, hanya bisa terpuruk meratapi penyesalanku akan rasa cinta yang bertepuk sebelah tangan ini. Hingga kini aku berusaha untuk melupakan cinta, rindu dan rasa sayangku terhadap Saka. Karena aku hanya bisa menjadi sebatas sahabatnya yang pernah hadir dalam kehidupan masa SMAnya.

Itulah Cerita Anak SMA : Harusnya Aku, Bukan Dia Moga kalian suka jangan lupa di koment juga di share yaa

Modal Kecil hanya Rp.15.000, Bonus gratis Motor Mio Senilai Rp.12Juta, Dapat Produk bermutu senilai Rp.150Ribu Kunjungi: MIOGRATIS

Read more...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ramalan jodoh dan cinta anda

peluang usaha

Cerita cinta © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO