ViralGen Referral Shopping

Suatu konsep bisnis online yang nyata dan efektif dalam menghasilkan uang di internet.Dengan Berinvestasi Rp 10.000,- http://www.sepuluhribu.com/?id=yadi72
mukjizatkartukredit.com
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

Hindari Ini Jika Sudah Menikah

Ghiboo.com - Bagi pria menikah tidak berarti menghentikan kebiasaan bersenang-senang dengan teman mereka. Tapi wanita umumnya membuat sebuah pernikahan menjadi penjara bagi dirinya sendiri dan mempersulit dirinya.

Sebagai wanita Anda harus pahami seperti apa kehidupan pernikahan, sehingga ada beberapa hal yang bisa Anda antisipasi sehingga tidak menyulitkan diri Anda sendiri sebelum memutuskan menikah.

Berikut hal-hal yang perlu Anda hindari jika sudah menikah agar tidak tersiksa sendiri yang dikutip dari Boldsky, Rabu (29/8).


Berhenti bersosialisasi
Ketika menikah, wanita terlalu sibuk dengan tanggung jawab. Mereka tidak mau menjaga interaksi sosial yang normal seperti mereka lakukan sebelum menikah. Padahal, Anda seharusnya tetap memiliki hubungan sosial yang aktif, ini berfungsi sebagai sistem pendukung terbaik dalam kehidupan pernikahan Anda.

Putus kontak dengan sahabat
Kebanyakan wanita memutuskan kontak dan berhenti berhubungan dengan teman-teman sekolah atau kuliah karena sibuk dengan kehidupan mereka setelah menikah. Wanita juga perlu belajar dari laki-laki dalam hal ini yang tetap mempertahankan persahabatan lama.

Memusuhi ibu mertua
Ini benar-benar kesalahan yang konyol dilakukan seorang wanita. Mencoba bersaing dengan ibu mertua Anda hanya akan sia-sia saja, Anda tidak akan pernah menang. Jadi, lebih baik menjaga hubungan baik dengannya. Selain itu, Anda mungkin perlu bantuannya dalam jangka panjang ketika Anda memiliki bayi dan ingin kembali bekerja.

Nempel suami
Jangan pernah menjadi parasit yang menempel terus pada suami Anda. Anda ingin tahu ke mana dia pergi ketika dia pulang. Biarkan dia bebas dan sendiri, dia akan mengejar Anda sepanjang hidupnya.

Mengadu kepada orangtua perihal pertengkaran Anda
Jangan pernah memberitahu tentang pertengkaran Anda dengan pasangan kepada orang tua. Kondisi ini akan membuat orang tua membuat pernilaian sendiri terhadap suami Anda. Cara terbaik adalah menutup bibir Anda, meski butuh usaha.

Apakah Anda sudah berhasil menghindari semua hal di atas? Read more...

Kamis, 31 Desember 2009

Saat Masih Ada Ragu Menikahinya

HUBUNGAN serius mengarahkan dua sejoli pada momentum pernikahan. Tapi, rasa ragu menikahinya justru datang menghantui. Tanyakan pada diri sendiri, diakah istri yang tepat untuk Anda?

Setelah sekian lama bersama, melalui serangkaian cerita hidup penuh kenangan-perkelahian dan tertawa bahagia-Anda berdua mulai berpikir tentang cincin pernikahan, gaun putih, bulan madu, dan tentu kebahagiaan pernikahan. Hampir setiap wanita dalam hubungan jangka panjang, pada suatu titik ia akan bicara tentang pernikahan.

Jika Anda tidak begitu bersemangat berjalan menyusuri pelaminan bersamanya, mungkin karena Anda tidak yakin menikahinya. Apapun yang ada dalam pikiran Anda kini, Anda butuh perencanaan sebagai antisipasi obrolan seputar pernikahan bersamanya. Askmen, Kamis (31/12/09), memberikan langkah-langkah berikut:

Menunda lamaran

Katakanlah dia berpikir tentang pernikahan padahal Anda belum siap. Cobalah memberikan alasan mengapa Anda menunggu waktu pertunangan. Sebutkan beberapa hal, seperti traveling, pesta, dan berbagai hal yang mengharuskan Anda lebih sering menghabiskan waktu bersama.

Kalau cara tersebut belum juga berhasil, saatnya mengeluarkan trik “menabung”. Katakan padanya, semakin lama Anda menunggu, semakin banyak uang yang bisa Anda simpan dan semakin besar pula kemampuan finansial Anda untuk acara pernikahan dan hidup ke depan nantinya.

Menilai kembali si dia

Sebelum mengucapkan komitmen bersama, penting untuk berlaku jujur saat menilai si dia. Mungkin tampak sulit, tapi hal ini benar-benar diperlukan. Apakah Anda ingin ia menjadi ibu dari anak-anak Anda nanti? Apakah dia memperlakukan Anda lebih baik daripada kekasih lain sebelumnya? Apakah ia membuat Anda lebih baik?

Beberapa pertanyaan di atas perlu Anda jawab, karena jika Anda tidak yakin tentang hal-hal tersebut, sepertinya Anda belum bisa menikah. Jika Anda memiliki masalah untuk menilai kekasih, Anda bisa minta bantuan sahabat. Mereka bisa memberikan penilaian lebih objektif.

Menilai kembali diri Anda

Anda juga harus menilai diri sendiri, sudah sangat yakinkah untuk menikah? Pikirkan, nantinya Anda akan hidup bersama wanita tersebut hingga ajal menjemput. Jadi, pelajari tanda-tanda bahwa Anda siap menikah. Seperti dengan pertanyaan, apakah Anda ingin hidup bersamanya? Apakah ia memiliki visi masa depan yang sama dengan Anda?

Sampaikan keengganan Anda

Kalau masih enggan menikah, Anda mungkin bisa mempertimbangkan alasannya dan menjelaskan hal tersebut pada kekasih. Apakah karena Anda memilih untuk tidak menikah selamanya atau hanya belum ingin menikah sekarang? Apakah Anda memiliki keberatan moral kepada lembaga pernikahan atau memanfaatkan pernikahan untuk “mengikatnya”?

Cukup masuk akal jika Anda ingin tetap lajang, tetapi juga sangat adil jika kekasih mendapatkan jawaban yang jelas dari Anda tentang pernikahan. Jika Anda merasa belum pantas menjadi seorang suami, dia berhak tahu.

Mengajukan lamaran

Setelah melewati berbagai langkah di atas, hasilnya, Anda memutuskan untuk menikahinya. Sebelum mengajukan lamaran, Anda harus membuat perencanaan.

Kekasih Anda mungkin telah membayangkan proses lamaran selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Nyatanya, setiap wanita ingin punya “kisah” lamaran yang bisa diceritakannya pada teman-teman dan saudara-saudaranya. Perencanaan tersebut bertujuan agar harapannya tidak melebihi kemampuan Anda.

Rencanakan segalanya dengan hati-hati; tinggalkan semua hal berbau spontanitas. Sekarang bukan saatnya untuk bersikap tenang dan santai, tapi melewatinya dengan sempurna. Jika Anda memilih cara lamaran biasa, maka berlutut di depannya sambil bertanya, “Maukah kamu menikah denganku, bahagia selamanya?”.
(ftr)
Read more...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ramalan jodoh dan cinta anda

peluang usaha

Cerita cinta © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO