ViralGen Referral Shopping

Suatu konsep bisnis online yang nyata dan efektif dalam menghasilkan uang di internet.Dengan Berinvestasi Rp 10.000,- http://www.sepuluhribu.com/?id=yadi72

Kamis, 27 September 2012

8 Hal yang Ditakuti Suami Tentang Pernikahan

Oleh Anne Roderique-Jones Woman's Day | Love + Sex Kejutan! Berkomitmen dengan satu wanita seumur hidup bukanlah ketakutan terbesar para suami. Mereka toh bebas untuk memilih pernikahan. Tapi itu tidak berarti para pria tidak memiliki ketakutan akan pernikahan. "Ketakutan para suami yang paling utama berakar pada ketakutan akan penolakan dan kesadaran diri," ujar terapis pernikahan berlisensi Carin Goldstein, pencipta BeTheSmartWife.com. Lihat delapan ketakutan paling umum yang dialami para suami, ditambah saran pakar untuk menghilangkan ketakutan tersebut. Dia akan jadi prioritas kedua Dengan adanya anak-anak, pekerjaan dan banyak hal yang menuntut perhatian Anda, sangat mudah bagi suami untuk merasa dia tidak dipedulikan. "Saat pernikahan berjalan, pria sering merasa mereka hanya dibutuhkan untuk memberikan nafkah," ujar Julie Orlov, psikoterapis, pembicara dan penulis dari “The Pathway to Love”. Untuk membuat suami merasa dibutuhkan, Orlvov menyarankan menyediakan waktu 30 menit untuk Anda dan suami setiap hari tanpa pembicaraan soal anak-anak, keluarga atau uang. Anda akan berubah seperti ibu Anda (atau ibunya) Dia menyukai sikap keibuan dan etos kerja yang Anda miliki, yang mirip dengan ibunya. Tapi dia tidak ingin (atau butuh) dua ibu. Bahkan, mungkin ada beberapa hal yang tidak dia sukai dari ibu Anda. Dan banyak suami yang khawatir istri mereka akan mewarisi karakteristik itu, ujar Karen Sherman, PhD, penulis “Marriage Magic! Find It, Keep It and Make It Last”. Sherman menyarankan untuk membicarakan dan mengakui situasi itu, contohnya dengan mengatakan, "Aku tahu ibuku kadang mengganggumu. Beri tahu kalau aku sudah mulai bertingkah seperti itu." Langkah tersebut merupakan cara sederhana untuk menghilangkan ketakutan itu. Anda akan membicarakan kejelekannya dengan teman-teman Anda Mike dari St. Louis, Missouri, merasa istrinya Jessica terlalu sering curhat ke teman-temannya ketika mereka sedang mengalami masalah pernikahan. "Meski aku tidak keberatan istriku memiliki teman untuk menemaninya selama kami bertengkar, aku benci berpikir dia melakukan sesi menjelek-jelekkan suami dengan teman-temannya." Teman adalah sistem pendukung emosional kita, tapi lari kepada mereka setiap terjadi masalah dalam pernikahan biasanya berarti Anda ingin mencari orang yang berpihak kepada Anda. "Masalahnya adalah ketika melakukan itu, suami akan semakin terlihat sebagai orang yang jahat," ujar Orlov. Solusinya, bicarakan masalah itu dengan pasangan, saran Orlov. Anda akan belajar lebih banyak soal pasangan dan memperkuat ikatan suami-istri. Anda akan menggunakan kamar mandi dengan pintu terbuka Kedengarannya konyol, tapi ini kekhawatiran utama banyak pria. Kenapa? Tanpa batasan, dia akan mulai merasa Anda dan dia adalah orang yang sama, jelas Goldstein. Nate dari New York City mengatakan kalau dia dan istrinya berusaha menggunakan kamar mandi di saat yang berlainan selama hubungan mereka. "Anda sudah hidup bersama — tidak ada yang ingin melihat saat Anda menggunakan toilet." Seperti yang ditekankan Goldstein, "Menutup pintu kamar mandi bisa membantu Anda merasa seperti dua orang yang berbeda." Dan itu bagus untuk mempertahankan hubungan, tambahnya. Anda berhenti berhubungan seks "Bagaimana cara menghentikan wanita berhubungan seks? Nikahi dia," ujar Dr. Sherman bercanda. Meski pernikahan menawarkan keamanan, kepercayaan dan ikatan yang dalam, sisi negatifnya adalah pernikahan membuat Anda malas. Keith dari Oklahoma City, Oklahoma, berasumsi seks akan berhenti karena "Aku tidak bisa membayangkan orangtuaku atau kakek dan nenekku melakukannya," ujarnya. Tapi dia belajar setelah satu dekade pernikahan kalau tidak ada alasan untuk berhenti bercinta. "Jika Anda benar-benar berkomitmen untuk membuat satu sama lain bahagia, seks adalah salah satu cara memberikan penghargaan kepada pasangan atas usaha mereka," ujarnya. Tapi bagaimana kalau Anda sedang kelelahan? Dr. Sherman menyarankan meminta bantuan suami dan memberikannya hadiah setelahnya (pelukan, ciuman dan rasa terima kasih) ketika dia membantu. Atau cobalah bicara langsung kepada dia: "Jika kamu membantuku, kita akan memiliki waktu lebih banyak untuk seks," saran Dr. Sherman. Anda tidak akan lagi punya kesamaan Kemungkinan besar, Anda berdua memiliki kesamaan yang mempertemukan kalian, dan dia tidak ingin Anda mengorbankan hal itu. Orlov menyebutkan sebuah ungkapan lama: "Wanita menikah berharap suami berubah, sementara pria menikah berharap istri tidak berubah." Mengetahui ini, tanyakan kepada diri sendiri apa yang berubah dari Anda sejak menikah. Jika dulu Anda suka berlari, kenapa Anda tidak lagi melakukannya? Karena kewajiban di dalam hidup menghalangi Anda? Karena sangat sulit mengikuti pasangan? Kalau begitu, ingat betapa menyenangkan kesamaan itu dan paksa diri untuk melakukannya sesekali, ujar Orlov. Menguatnya ikatan antara Anda dan suami adalah harga yang pantas dibayar untuk usaha dan waktu yang Anda keluarkan. Anda akan berusaha mengubah dia Sama seperti ketakutannya akan kehilangan ikatan yang menghubungkan kalian, suami juga tidak ingin Anda mencoba mengubah dia. "Apa yang dilihat itulah yang didapat" adalah ungkapan yang sering digunakan Dr. Sherman kepada kliennya. Dia menjelaskan ketika pertama kali berpacaran, Anda akan memberikan kesan yang baik, dan ketika hubungan mulai santai, sifat asli mulai keluar. "Banyak perempuan merasa bisa mengubah pasangan mereka, dan para pria membenci itu." Tapi ada masalah, seperti merokok, minum-minum dan terlalu bergantung kepada ibunya (yang merupakan masalah umum para pria), yang harus dibicarakan. Ketika mengusulkan perubahan, "bicarakan dengan halus dan lembut," saran Dr. Sherman. "Jika Anda langsung mengutarakan apa yang tidak Anda sukai, semuanya bisa berantakan." Dan jangan ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapai masalah besar. Waktu untuk sendiri akan menghilang Entah membaca koran atau menonton pertandingan dengan teman, para pria takut mereka tidak akan punya waktu sendirian ketika menjalani pernikahan. "Sangat penting untuk suami dan istri memiliki waktu bersenang-senang sendiri," ujar Goldstein. Jika dia memiliki kesempatan itu, dia akan menjadi suami yang lebih baik, jadi ini situasi yang sama-sama menguntungkan pasangan." Memang, Anda mungkin akan sebal dengan suami ketika dia bermain golf dan bukannya membantu Anda mengurus anak, tapi hal itu akan menguntungkan pernikahan Anda ketika dia pulang ke rumah santai dan bahagia. "Anda akan berbuat baik kepada orang lain selama baik kepada diri sendiri." Jadi pastikan melakukan kegiatan favorit sendirian atau dengan teman.

Seja o primeiro a comentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ramalan jodoh dan cinta anda

Cerita cinta © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO