ViralGen Referral Shopping

Suatu konsep bisnis online yang nyata dan efektif dalam menghasilkan uang di internet.Dengan Berinvestasi Rp 10.000,- http://www.sepuluhribu.com/?id=yadi72

Jumat, 05 Oktober 2012

Cintanya Seumur Jagung

PERNIKAHAN Wiwik – Jito belumlah begitu lama, boleh dikata masih masa bulan madu. Tapi dalam masa perkawinan yang seumur jagung itu, Wiwik, 20, sudah tega mengkhianati suaminya. Beberapa hari lalu dia digerebek Jito, 27, saat kelonan dengan lelaki bekas pacarnya dulu, Adi, 25. Bagaimana suami tak mencak-mencak? Cewek atau cowok, setelah menikah mestinya segera “tutup buku” atas kisah cintanya di masa lalu. Biar lebih cantik atau lebih ganteng si kekasih lama, tapi itu bukan lagi milik kita. Sebaliknya, jelek seperti apapun pasangan yang telah jadi suami/istri kita, itu wajib kita cintai, karena memang itulah jodoh yang diberikan Tuhan. Syukuri saja nikmat itu, pasti akan terasa lebih nikmaaaat! Wiwik warga Desa Desa Tlogopandan Gajah, Demak, agaknya tak mampu bersikap seperti itu. Lantaran perkawinannya tempo hari boleh kata “droping dari atas” alias dijodohkan orangtua, dia masih kemanthil-kanthil (ingat terus) pada kekasih lama, Adi. Bahkan saat malam pertama berlangsung, dia merem-merem bukan menikmati “serangan umum” suami, melainkan karena tengah membayangkan sedang melayani Adi kekasih lama. Awalnya Jito tak begitu memperhatikan sikap istrinya, karena dia juga kurang tahu masa lalu istrinya. Begitu disuruh menikah dengan Wiwik, langsung saja mau, karena secara penampilan gadis itu memang serba menggairahkan dan menjanjikan. Ibarat orang mau makan, apa yang disodorkan di atas piring langsung dirahabi (dimakan) telap telep sampai kenyang. Selesai makan digelontor air putih, lalu sendawa heeekkkkk! Nggak tahunya, Wiwik sesungguhnya tak merelakan tubuhnya dijamah lelaki lain yang bukan Adi. Maka sebagaimana telah dikatakan di atas, saat “serangan umum” non 1 Maret 1949, pelayanan Wiwik gelem ora-ora (setengah hati). Ibarat orang main bulutangkis, ketika Jito memberikan lop-lop panjang, Wiwik di kala mengembalikan bola cukup dengan bacak hand saja. Tentu saja ketika bola nyangkut di net, Jito kecewa luar binasa. Wiwik memang sangat hambar melayani suami, karena hati dan jiwanya terus menyala-nyala buat Adi cintanya seorang. Maka di kala suaminya sibuk kerja di kantor, dia sering telpon-telponan dengan kekasih lama. Ujung-ujungnya, kencan dilanjutkan dalam sebuah hotel. Meski hanya sekedar jadi “generasi penerus”, Adi senang-senang saja, karena sudah ada penanggungjawabnya secara resmi. Jika terjadi apa-apa di kemudian hari (baca: hamil), semua di luar tanggungjawab percetakan. Celakanya, ketika Wiwik sudah demikian menikmati hubungannya denganAdi selaku PIL, pelayanan pada suami menjadi kedodoran. Dia tak lagi memberikan haknya secara maksimal. Sebagai pengantin baru, kan wajar saja Jito minta jatah 2-3 kali sehari. Tapi Wiwik selalu menolak, katanya: “Aja akeh-akeh, ndak pilek (jangan banyak-banyak, nanti flu).” Padahal mestinya, justru istri mendorong untuk selalu menggebu-gebu. Semisal orang makan, ketika suami kurang berminat, mestinya bilang: “Dientekke sik, mengko pitike ndak mati (dihabiskan dulu, nanti ayamnya mati).” Begitulah, pelayanan istri yang mulai mencurigakan, memancing Jito untuk mengawasi gerak-gerik istri. Diam-diam dia membuntuti Wiwik saat dia pergi dari rumah. Ternyata di jalan dia sudah janjian dengan seorag lelaki, yang ternyaya bekas pacar lama. Ketika mereka masuk hotel di sebuah hotel, polisipun dihubungi untuk mengadakan penggerebekan. Perkiraannya benar, ketika digedor kamarnya, Adi-Wwik sedang bersetubuh bak suami istri. Keruan saja Jito jadi mencak-mencak. Klambi ijo lho dik, aja digupaki. Iki bojoku lho dik, aja ditumpaki. (KP/Gunarso TS)

Seja o primeiro a comentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ramalan jodoh dan cinta anda

Cerita cinta © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO